LetkolInf Ade Pribadi Siregar,S.I,M,SI adalah lulusan Akmil Tahun 2003 sebelumnya pernah berdinas sebagai Danyon Mekanis 403/Wirasada Pratista, sementara Letkol Inf Loka Jaya Sembada, S.I.P. akan menjabat sebagai Wakil Asisten Personel(Wa Aspers) Kasdam XVI/Pattimura. 10 Pengemudi yg mengangkut barang Khusus (Persyaratan keselamatan dan keamanan) Tidak memenuhi ketentuan persyaratan keselamatan, pemberian tanda barang, parkir, bongkar dan muat, waktu operasi dan rekomendasi dan instansi terkait Pasal 305 jo pasal 162 ayat (1) hrf (a,b,c,d,e dan f ). Rp. 500.000. 11. Minggu 06 Maret 2016 Abituren Akmil 2003 Infanteri 1. Constantinus Rusmanto 2. Dhanang Agus Setiawan 3. Bayu Anjas Asmoro 4. Goklas Pirtahan Silaban 5. Muhammad Syafii Nasution 6. Anggun Wuriyanto 7. Sugiharto 8. Hermanto 9. Andri Suratman 10. Eka Wira Dharmawan 11. Dwi Harry Wibowo 12. Jeffry Satria 13. Bayu Sigit Dwi Untoro 14. Rizky Aditya Menurutnya razia bisa terjadi karena materi soal kebebasan akademik belum jadi salah satu mata ajar di Akademi Militer (Akmil). "Apakah sejauh ini pendidikan Akmil sudah memasukkan nilai menghargai kebebasan mimbar akademik, saya pun ragu," kata Beni kepada reporter Tirto. Ia juga menilai hal ini bisa terjadi karena watak aparat era reformasi Batam Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Galih Bramantyo secara resmi menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam.. Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) Tentara Nasional Indonesia Yudi Yulistyanto, secara resmi menyerahterimakan jabatan Dandim 0316/Batam dari Letkol KAV Sigit Dharma PoPG72H. Gabung KomunitasYuk gabung komunitas {{forum_name}} dulu supaya bisa kasih cendol, komentar dan hal seru jangan lupakan sejarah bray JAKARTA – Nama Letnan Kolonel Untung tentu tak asing, bila dikaitkan dengan peristiwa G-30S PKI. Meski berstatus Letkol, namun ia menjadi pemimpin gerakan tersebut. Membawahi seorang jenderal, Brigdjen Supardjo yang malah ditunjuk sebagai wakil komandan. Lantas siapa sebenarnya Letkol Untung? Ia lahir di Desa Sruni, Kedungbajul, Kebumen, Jawa Tengah pada 3 Juli 1926 dengan nama kecil Kusmindar alias Kusman. Namanya berubah menjadi untung setelah masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang. Untung tercatat sebagai lulusan terbaik Akademi Militer Semarang saat itu. Tahun 1956, Untung kemudian bergabung menjadi anggota Batalyon 454 Kodam Diponegoro yang saat itu masih bernama Tentara dan Teritorium IV Diponegoro. Ia menjadi anak buah Soeharto yang saat itu berpangkat kolonel dan menjadi Panglima T&T IV Diponegoro. Karier Untung di militer begitu moncer saat di Kodam Diponegoro. Pada 1958 di bawah pimpinan Mayor Jenderal Ahmad Yani, Untung terlibat dalam operasi penumpasan pemberontakan PRRI atau Permesta di Bukit Gombak, Batusangkar, Sumatera Barat. Atas kesuksesan tersebut, pada 14 Agustus 1962 Untung kemudian kembali terpilih sebagai prajurit yang terlibat dalam Operasi Mandala membebaskan Irian Barat yang dipimpin oleh Soeharto, yang kala itu sudah menjabat sebagai Panglima Kostrad dengan pangkat Mayor Jenderal. Saat itu Untung memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana, Irian Barat. Dalam operasi inilah Untung menunjukkan kelasnya sebagai lulusan terbaik Akademi Militer. Bersama Benny Moerdani, ia mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Sukarno. Dalam sejarah Indonesia, hanya beberapa perwira yang mendapatkan penghargaan ini. Bahkan Soeharto, selaku panglima Kostrad saat itu, hanya memperoleh Bintang Dharma, setingkat di bawah Bintang Sakti. Setahun kemudian Untung diangkat menjadi Komandan Batalyon 454/Banteng Raiders Kodam Diponegoro yang dibentuk oleh Letjen Ahmad Yani. Tahun 1964 atas rekomendasi Panglima Kostrad Mayor Jenderal Soeharto, Letkol Untung direkomendasikan sebagai Komandan Grup Batalyon I Tjakrabirawa. Setahun kemudian tepatnya 30 September 1965 Untung yang pernah terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun memimpin penculikan 6 jenderal dan 1 perwira menengah TNI AD. Jenazah tujuh perwira TNI AD tersebut pada Jumat dini hari 1 Oktober 1965 dimasukkan dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenazah mereka baru diketemukan tiga hari kemudian dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, tepat ketika TNI merayakan hari jadinya pada 5 Oktober 1965. Soeharto, dalam biografi Soeharto The Life and Legacy of Indonesia’s Second President, mengakui bahwa ada PKI di belakang gerakan Letkol Untung. “Saya mengenal Untung sejak 1945 dan dia merupakan murid pimpinan PKI, Alimin. Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” kata Soeharto dalam buku yang ditulis Retnowati Abdulgani Knapp. 30-09-2019 1123 kenzzz dan 2 lainnya memberi reputasi Krn diiming imingi jabatan panglima...komunis memang keparat, sama brengseknya dengan darul islam tii binatang yg dibantai habis oleh tentara 30-09-2019 1138 Mosta2011 dan 2 lainnya memberi reputasi KASKUS Maniac Posts 8,129 tentara aj yg didikannya di doktrin nasionalis masih bisa di cuci otaknya... apalagi ente yg demen nonton vlog ashiappp... 30-09-2019 1144 GZuron memberi reputasi Kaskus Maniac Posts 7,021 ini org pernah makan siang dirmh kakek ane dulu kodam v jaya, banteng raiders mmg masa itu rata2 pki, cm segelintir yg ngga 30-09-2019 1151 maroonia dan GZuron memberi reputasi Sejarah ditulis oleh pemenang dan pemenangnya ada Soeharto. 30-09-2019 1153 bon123456789 memberi reputasi Kaskus Addict Posts 2,346 si untung yg tdk beruntung... 30-09-2019 1202 maroonia memberi reputasi Kaskus Addict Posts 3,140 kaskus skrg banyak banget buzzer yg nyebarin isu PKI buat ngalihin isu apa lagi ini 30-09-2019 1202 janurhijau memberi reputasi Untung tapi rauntung... 30-09-2019 1204 Eh kalo nglapor ke eyang Harto... Kasihan si Dhani dan Prawoto dihukum mati padahal jelas gak salah.. 30-09-2019 1207 Jam beberapa jam sblm penculikan untung & abdul latief melapor ke soeharto d rumah sakit gatot soebroto.... Dlm buku biography soeharto mengaku untung & dul latief cm ingin menjenguk tommy yg tersiram sop panas... Tp pengakuan abdul latief beda lg. Mereka memberitahukan soeharto tntng tujuan misi mereka .... Itu yg jd misterius smpe skrng sbnrnya apa yg d bicarakan untung ,dul latief dan soeharto d mlm jahanam tsb 30-09-2019 1238 Gentayaumal dan janurhijau memberi reputasi propaganda murahan 30-09-2019 1257 asrajim, letkol Untung sang Hafidz Quran 01-10-2019 0738 Kaskus Addict Posts 3,240 Saya yakin PKI berada di belakang gerakan Letkol Untung,” kata Soeharto tapi sudah pernah dibuktikan belum? 20-04-2020 0421 Kaskus Addict Posts 1,087 ini PKI yg bodoh atau pak Harto yg sakti? sekian jendral di jagal tapi may. jend pangkostrad lagi..., koq gak ikut di jagal? 20-04-2020 0442 Gentayaumal memberi reputasi Retired Militer Enthusiast Posts 2,153 Sejak kapan Untung jadi lulusan Akmil? TS jgn ngarang2 sebar Hoax. Ini sudah menyangkut nama baik satuan dan para abiturennya! Kalau info hoax begini tersebar ke medsos bisa ramai bakalan banyak yg marah dengan kamu TS 23-05-2020 1100 Letkol Czi Alfian Rachmad Purnamasidi resmi menjabat Komandan Kodim 0117/Atam, menggantikan Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita. Laporan Rahmad Wiguna Aceh Tamiang KUALASIMPANG - Letkol Czi Alfian Rachmad Purnamasidi resmi menjabat Komandan Kodim 0117/Atam, menggantikan Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita. Pisah sambut jabatan keduanya, dilakukan Pemkab Aceh Tamiang dalam sebuah acara sederhana yang dilangsungkan di Aula Setdakab, Jumat 14/1/2022 kemarin. Letkol Czi Alfian Rachmad Purnamasidi sebelumnya menjabat Komandan Batalyon Zeni Tempur 2/Samara Grawira Yonzipur 2/SG Kodam II Sriwijaya. Alumni Akmil 2003 ini pun berharap dukungan semua pihak, untuk melanjutkan prorgam kerja yang sudah dibangun pendahulunya. “Mohon agar kiranya di masa kedinasan saya sebagai Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang dapat memberikan warna yang baik, untuk melanjutkan tugas dari abangda saya Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita,” kata Alfian. Dalam kesempatan yang sama, Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita yang selanjutnya menjabat Komandan Skadron 13/Serbu mengaku berkesan selama bertugas di Aceh Tamiang. Baca juga Danguskamla & Komandan KRI Torani - 680 Kunjungi Lanal Lhokseumawe Dia pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi unsur Forkopimda Aceh Tamiang, untuk menemuinya bila ada kesempatan ke Kalimantan Timur. “Kami beserta keluarga akan selalu membuka pintu silaturahmi walaupun kami sudah tidak lagi bertugas di Aceh Tamiang dan apabila unsur Forkopimda berkunjung ke tempat dinas kami yang baru di Kalimantan Timur, jangan sungkan-sungkan untuk menemui dan menghubungi kami," ujarnya. Wakil Bupati Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin memberikan apresiasi kepada Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita, karena telah berkontribusi besar selama bertugas di Aceh Tamiang. Mewakili Pemkab Aceh Tamiang, Insyafuddin berharap Yusuf mampu beradaptasi dan berprestasi di lingkungan kerja yang baru. “Tentunya kami juga mendoakan Dandim yang baru juga bisa berprestasi selama di Aceh Tamiang,” kata Insyafuddin. * Baca juga Beredar Video Adu Mulut Bahar bin Smith dengan Komandan Korem Bogor,Sebut KSAD Jenderal Dudung Salah Lepas sambut Komandan Batalyon Danyon Arhanud 11/WBY dari Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman SIP, kepada Letkol Arh. FX Ibnu Hardiyanto SE, digelar di Gladi Beratap Mako Yon Arhanud 11/WBY, Jalan Bejomuna, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Senin 31/10 hadapan ratusan tamu undangan, Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman menegaskan bahwa Serah Terima Jabatan Sertijab akan dilakukan pada esok hari, Selasa 1/11 di Kodam l/BB."Pasti banyak yang bertanya, belum serah terima kok sudah pisah sambut?!" ungkap Letkol Arh. Rendra Febrandari, sembari mengatakan, saat menjalankan tugas negara di Ambon, dirinya tidak boleh menjalani lanjut dikatakan Perwira Menengah TNI AD ini, selama dirinya menjabat Danyon Arhanud 11/WBY, sekitar 14 bulan ia ditugaskan sebagai Dansatgas Pengamanan Daerah Rawan Pameahwan di Maluku, Ambon."Selama 2 tahun 3 bulan saya menjabat sebagai Danyon Arhanud 11/WBY, sekitar 480 hari lebih saya bertugas di Maluku dan dipercaya sebagai Dansatgas Pamrahwan," tegasnya. Alumni Akmil 2003 ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberi support serta dorongan selama dirinya dipercaya sebagai Danyon Arhanud 11/WBY."Tentunya tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan mohon maaf kami sekeluarga bila ada kesalahan," tutur Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman, seraya mengucap syukur karena diberi kesempatan untuk menjalankan tugasnya di Kota Binjai."Pesan kami, tetap jaga kekompakan, solid, dan tetap jaga silaturahmi," demikian ungkap Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman di akhir ucapannya yang ditutup dengan membacakan itu, Letkol Arh. FX Ibnu Hardiyanto SE, dalam sambutannya terlebih dahulu memperkenalkan dirinya di hadapan para tamu juga mengakui sudah sejak lama mengenal Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman, serta sudah beberapa kali berkunjung ke Mako Yon Arhanud 11/WBY."Sejak tahun 1998 saya sudah mengenal beliau Letkol Arh. Rendra Febrandari-red. Saya juga sangat bangga dengan kepemimpinannya. Perkenalkan saya FX. Ibnu Hardiyanto, berasal dari Magelang. Istri saya satu orang dan mempunyai 2 orang buah hati dari hasil pernikahan saya," urai Letkol Arh. FX. Ibnu Menengah TNI AD Alumni Akmil 2004 ini juga mengatakan, pada Desember mendatang, Yon Arhanud 11/WBY akan berada di bawah Resimen Sisingamangaraja."Semoga perkenalan ini menjadi awal yang baik buat kita. Kami juga tentunya memohon dukungan dari semua pihak dan siap bersinergi dengan Pemerintah daerah," setelah menjabat sebagai Danyon Arhanud 11/WBY, Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman selanjutnya akan menjabat sebagai Kabagadajatlisira Pesud Subdisada Matpesud Letkol Arh. FX Ibnu Hardiyanto, yang siap menjabat Danyon Arhanud 11/WBY, sebelumnya bertugas sebagai Kabagbinlitbang Insani Sdirbinlinbang Pussenarhanud hadir dalam acara lepas sambut ini, jajaran Kodam l/BB, Forkopimda plus Binjai, Dandim Deli Serdang, Danyon Armed, Danyon Zipur, serta seluruh Prajurit Arhanud 11/ Herda TgArhanudFX Ibnu HardiyantoLepas sambutRendra Febrandari Suparman Home Hankam Minggu, 10 Juli 2022 - 2046 WIBloading... Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan tengah salam komando bersama Letkol Inf Rizky Iriano Silalahi kanan dan Letkol Inf Achmad Munir usai sertijab Kepala Penerangan Kopassus. Foto/Pen Kopassus A A A JAKARTA - Letkol Inf. Rizky Iriano Silalahi resmi menjabat sebagai Kepala Penerangan Kapen Kopassus menggantikan Letkol Inf. Achmad Munir yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Informasi dan Pengolahan Data Kainfolahta Kopassus. Serah Terima Jabatan Sertijab Kapen Kopassus telah dilaksanakan di Markas Komando Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur pada Jumat, 8 Juli 2022. Sertijab dipimpin langsung Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan. "Saya berharap agar dapat mengabdi dan berkarya dengan lebih baik lagi," kata Mayjen TNi Iwan Setiawan. Letnan Kolonel Inf. Rizky Marlon Iriano Silalahi merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Akmil 2002 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Peraih predikat Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama ini memiliki segudang pengalaman di satuan penanggulangan antiteror Gultor Sat-81 Kopassus. Baca Juga Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 16 Desember 1980 ini mengawali karier militernya dengan menjabat sebagai Danunit Yon 11 Grup 1/Kopassus, kemudian Dantim Cakra Sat-81 Kopassus. Selanjutnya sebagai Dantim 2 Yon 811/Aksus Sat 81 Kopassus selama setahun periode 2009—2010. Rizky kemudian diangkat menjadi Pasi 2/Ops Yon 811/Aksus Sat 81 Kopassus dalam kurun waktu 2010-2011. Selanjutnya menduduki posisi sebagai Pa Ops Sat-81 Kopassus selama dua tahun sejak 2011-2013. Setelah dua tahun sebagai Pa Ops Sat-81 Kopassus, Rizky diangkat menjadi Kasi 4/Log Sat-81 Kopassus periode 2013-2014. Baca Juga Selanjutnya, Kasi 2/Ops Sat-81 Kopassus selama setahun sejak 2014 hingga 2015. Jabatannya naik dengan menjabat sebagai Danden Teknik Sat-81 Kopassus pada 2015-2016. Meski sempat keluar dari satuan penanggulangan teror, namun Rizky tetap berada di pasukan elite TNI AD tersebut dengan menjabat sebagai Dandenma Grup 2 Kopassus 2016-2017. Lulusan SMA Taruna Nusantara ini kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Seskoad pada 2017 sebagai pamen Kopassus. Lulus dari Seskoad, Rizky diangkat menjadi Pabandya Ops Kopassus selama setahun periode 2017-2018. Kariernya semakin mentereng dengan diangkat sebagai Danyon 811/Aksus Sat-81 Kopassus selama dua tahun sejak 2018 hingga 2020. Setelah dua tahun bertugas di teritorial dengan menjabat sebagai Dandim 1702/Sarmi pada 2020-2022, Rizky akhirnya kembali ke Korps Baret Merah sebagai Kepala Penerangan Kapen Kopassus. cip tni ad perwira tni ad kopassus danjen kopassus rizky marlon iriano silalahi Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 9 menit yang lalu 32 menit yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu 1 jam yang lalu Senin, 14 Februari 2022 0505 Reporter Merdeka Komandan KRI Bima Suci Letnan Kolonel Letkol Laut P Waluyo. ©2022/Antara - Letnan Kolonel Letkol Laut P Waluyo punya cerita inspiratif. Dia adalah Komandan Kapal KRI Bima Suci. Sebuah kapal layar latih milik Tentara Nasional Indonesia TNI Angkatan Laut AL. Semasa kecil, Waluyo sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi seorang TNI. Terlintas pun tidak dipikirannya. Mungkin, hal itu juga dilatarbelakangi kondisi ekonomi keluarganya yang tidak seberuntung teman-temannya. Ketika menempuh pendidikan di sekolah dasar SD hingga berlanjut ke sekolah menengah pertama SMP, dia harus hidup dalam kesederhanaan. Bahkan, salah satu puncak terpahit dalam hidupnya adalah terpaksa harus memupus mimpi untuk bisa menyambung pendidikan ke sekolah menengah atas SMA. Alasannya, tidak memiliki biaya. Luapan kesedihan dan perasaan iba karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ia tumpahkan. Dia ingat betul memiliki seorang teman sejak duduk di bangku SD hingga SMP melanjutkan studi ke SMA. Sementara, Waluyo hanya bisa menahan impiannya dan seakan pupus karena terhalang masalah finansial. "Teman saya langsung masuk SMA, sementara saya harus berhenti karena orang tua saya tidak mampu," kenang Letkol Laut P Waluyo. Seperti dilansir Antara. Rasa gigih dan tidak kenal kata menyerah sepertinya sudah ada dalam dirinya sejak masih remaja. Tergambar ketika ia melihat dan menatap hasil Daftar Nilai Ebtanas Murni DANEM SMP Tahun 1991/1992 miliknya. Secarik kertas putih dan sedikit buram, namun masih terlihat jelas tertulis sejumlah deretan nilai Waluyo remaja. Waluyo merupakan siswa lulusan SMPN 1 Karanganyar, Rayon Kebumen, Jawa Tengah. Pada saat dia menamatkan studi, ada enam mata pelajaran DANEM. Hasil yang diperolehnya juga cukup atau terbilang bagus atau setidaknya sayang jika tidak melanjutkannya ke bangku SMA. Melihat rata-rata nilai yang diraihnya, Waluyo merasa layak dan bisa masuk ke sekolah favorit di daerah Gombong. "Saya kasihan dengan NEM saya ini. Saya harus memanfaatkannya untuk melanjutkan sekolah," kata dia sembari dari 4 halaman Menjadi Kuli Bangunan Demi menyambung ke sekolah favoritnya, Waluyo menanamkan tekad kuat dan rela menjadi kuli bangunan. Itu adalah satu-satunya cara agar dia bisa melanjutkan pendidikan meskipun ia sadar betul harus tertinggal sekian tahun dari teman-teman seusianya. Baginya, menjadi tukang atau kuli bukanlah sebuah kehinaan melainkan jadi suatu pelecut semangat demi menggapai mimpi. Selama dua tahun, Waluyo bekerja keras menjadi kuli. Dia ikut bersama kakaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Selain untuk menyambung pendidikan sebagaimana yang didambakannya, tentu saja hal itu sekaligus untuk membantu meringankan beban orang tua yang terhimpit masalah ekonomi. Setelah dua tahun bekerja sebagai kuli, uang atau upah yang ia terima selama itu selalu ditabung. Pada akhirnya, saat penerimaan siswa tahun ajaran baru, Waluyo ikut mendaftar ke SMA favoritnya yakni SMA Negeri Gombong. "Alhamdulillah, saya mendaftar dan diterima," ujar dia. 3 dari 4 halaman Masuk Akmil Bermodal Doa Seiring berjalannya waktu, Waluyo menikmati masa-masa mengenakan seragam putih abu-abu. Pada suatu momen, sekolahnya kedatangan para Taruna Akademi Militer Akmil. Tidak disangka, dari beberapa Taruna Akmil yang datang ke sekolahnya, Waluyo seolah mengenali satu di antaranya. Dia cukup kaget dan haru melihat teman sewaktu SD dan SMP kini telah menjadi Taruna Akmil. Sejak kejadian itu, dia terinspirasi menjadi taruna layaknya temannya. Setelah menamatkan pendidikan, ia mendatangi kedua orang tua dan kerabat terdekat menyampaikan keinginan menjadi seorang taruna. Satu persatu, Waluyo menyambangi sanak familinya sembari meminta doa agar diterima menjadi taruna. Pada saat akan mendaftar calon Taruna Akmil, Waluyo menegaskan hanya bermodalkan doa dari kedua orang tua dan keluarga besar. "Saya hanya minta doa restu, saya ingin mendaftar taruna," kata dia. Kekuatan doa orang tua, saudara, kakek, nenek dan keluarga besar membawa berkah yang begitu besar kepada Waluyo. Ia dinyatakan lulus dan diterima di TNI AL. Kini, ia dipercaya oleh TNI menjabat sebagai Komandan Kapal KRI Bima Suci. 4 dari 4 halaman Dulu Kuli Kini Tentara AD Selain Letkol Laut P Waluyo, kisah penuh perjuangan juga dialami Prada Haidir Anam. Perjalanannya untuk menjadi TNI tidak jauh beda dengan Komandan Kapal KRI Bima Suci tersebut. Sebelum jadi TNI Angkatan Darat AD, dia dulunya merupakan seorang tukang atau kuli bangunan. Sekitar medio 2021, Prada Haidir Anam menyelesaikan pendidikannya. Semasa menjadi kuli bangunan, Prada Haidir Anam memiliki seorang sahabat yang juga kuli bangunan di Markas Besar Mabes TNI AD yang bernama Sandi. Dalam perjalanan hidupnya, sosok Sandi memiliki peran besar atas apa yang telah diraih oleh Prada Haidir Anam saat ini. Meskipun memiliki penyakit dan keterbatasan, Sandi banyak membantu sahabatnya itu ketika ikut seleksi masuk TNI. Sandi Rihata, sahabat Prada Haidir Anam mengaku senang dan bahagia karena teman seperjuangannya berhasil menjadi prajurit TNI. Pada saat pelantikan Prada Haidir Anam, Sandi tidak bisa hadir langsung karena sakit. Ia kecewa karena tak bisa bertemu dengan sahabatnya yang kini jadi prajurit TNI tersebut. "Sebenarnya Sandi ingin sekali bertemu Anam, tapi karena sakit tidak bisa datang," ujarnya. Namun, perasaan kecewa tersebut terbayar lunas saat Prada Haidir Anam datang langsung ke Mabes AD menemuinya dan rekan-rekan seperjuangan waktu masih bekerja sebagai tukang bangunan. Dari dua kisah perjalanan hidup personel TNI tersebut mengajari kita semua banyak hal. Setidaknya, dalam situasi tersulit pun cita-cita tetap bisa diraih asalkan memiliki semangat dan tekad yang kuat. [noe]Baca jugaPanglima TNI dan Kasal Bertemu Bahas Pemindahan Koarmad I ke Tanjung UbanPotret Keakraban Raffi Ahmad & Kasal TNI Yudo Margono, Main Bulutangkis di Mabes ALNasib Jadi Anak TNI, Wanita Ini Curhat Soal Sikap Bapaknya yang Selalu Ingin TahuKisah Pria Gugur 7 Kali Daftar TNI, Sujud Cium Kaki Ibunda Sukses Jadi TamtamaNekat! Pekerja Honorer Satpol PP Ngaku Bisa Loloskan Tes TNI AL, Tarifnya Segini

akmil 2003 yang sudah letkol